Minggu, 04 November 2012



Individu-individu dalam organisai mempunyai banyak tekanan pengoprasian organisasional yang menyebabkan konflik. Bass mengemukakan berbagai contoh sebagai berikut :

            Atasan menghendaki produksi lebih banyak, para bawahan menginginkan perhatian lebih besar, Para langganan minta pengiriman lebih cepat, rekan sekerja mengharap penundaan skejul. Para konsultan menyarankan perubahan, para bawahan menolak perubahan. Buku pedoman menguraikan suatu rumusan, staf mengatakan bahwa itu tidak akan berjalan.


            Suatu situasi dimana tujuan-tujuan tidak sesuai, keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau lokasi-lokasi sumber daya yang tidak sesuai, suatu masalah ketidaktepatan status, dan perbedaan persepsi

            Sumber-sumber konflik organisasional ini sebagaian besar merupakan hasil dinamika interaksi individual dan kelompok serta prosses-prosses psikologis.

Contoh-contoh dari konflik organisasional yang sering terjadi adalah seperti berikut: 
            Pimpinan menghendaki produksi ditingkatkan, bagian penjualan menghendaki disesuaikan dengan keadaan pasar, Pimpinan menghendaki adanya perubahan sistim kerja, karyawan menghendaki sistim kerja yang lama.

Secara teoritik ada empat kemungkinan yang menjadi penyebab konflik 
(1) adanya perbedaan dalam tujuan yang ingin dicapai.
(2) adanya cara yang tidak sama untuk mencapai tujuan.
(3) adanya ketidak-jelasan dalam status pekerjaan.
(4) adanya perbedaan persepsi.

 Sumber:
1.)  Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI terbitan PT. Grasindo    
2.) Sukanto (Organisasi Perusahaan)
3.) Widyatmini (Pengantar Organisasi dan metode)
 



0 komentar:

Posting Komentar

Unordered List

Sample Text

Blogroll

Pages

thank's for visit my blog ˘⌣˘

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

be my follower ☺

Follow us on FaceBook

Follow us on G+

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget